Jutaan Anggota dan Deretan Rekor hingga Bantuan Rp4 Miliar untuk Sumatra
"PSHT Pusat Madiun memiliki jaringan luas, mencatat rekor 45.024 pendekar, donor darah serentak, hingga menyalurkan bantuan sekitar Rp4 miliar "
MADIUN, shteratelebongbersinar.co.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun terus berkembang sebagai organisasi pencak silat dengan jaringan luas di Indonesia dan luar negeri. Selain memiliki basis anggota dalam jumlah jutaan, PSHT juga mencatat sejumlah kegiatan berskala besar, mulai dari pencak silat kolosal, donor darah hingga aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra dan Aceh, Juma'at (25/9/2026).
Besarnya jaringan PSHT tercermin dari berbagai kegiatan yang melibatkan cabang-cabang di seluruh Indonesia. Data jumlah anggota yang dipublikasikan sejumlah sumber menunjukkan angka jutaan, meski jumlah tersebut dapat berbeda berdasarkan waktu dan metode pendataan.
45.024 Pendekar Ikuti Pencak Silat Kolosal
Salah satu catatan terbesar PSHT terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 30 Desember 2018.
Sebanyak 45.024 pendekar PSHT Cabang Ponorogo mengikuti pencak silat kolosal dalam kegiatan Bumi Reyog Berdzikir.
Kegiatan tersebut mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID). Angka 45.024 merupakan jumlah peserta dalam kegiatan tersebut dan bukan jumlah keseluruhan anggota PSHT secara nasional.
Donor Darah Pendekar Silat Terbanyak
Di bidang sosial, PSHT juga mencatat kegiatan donor darah berskala besar.
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai rekoris dengan kategori “Donor Darah Serentak oleh Pendekar Silat Terbanyak” pada 19 Juni 2022.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan kegiatan sosial PSHT yang melibatkan para pendekar dalam aksi kemanusiaan.
Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Sumatra dan Aceh
Kegiatan kemanusiaan PSHT kembali terlihat pada Desember 2025, ketika keluarga besar PSHT menghimpun dan mengirimkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
Bantuan tahap pertama diberangkatkan dari Graha Krida Budaya, Kota Madiun, pada Minggu, 14 Desember 2025.
Berdasarkan keterangan resmi PSHT, bantuan logistik yang dikirim meliputi 17 ton beras, minyak goreng, gula, pakaian layak pakai serta peralatan memasak. PSHT juga mengirimkan 225 unit kompor gas dua tungku untuk mendukung kebutuhan dapur umum.
Nilai bantuan logistik tersebut mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Selain itu, PSHT menyalurkan bantuan uang tunai sekitar Rp2,1 miliar, sehingga total bantuan yang diberangkatkan mencapai sekitar Rp4 miliar.
Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian keluarga besar PSHT dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Untuk pengiriman logistik, PSHT berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut agar bantuan dapat dikirim melalui jalur laut menuju wilayah terdampak.
Dari Pencak Silat hingga Aksi Kemanusiaan
Deretan kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas PSHT Pusat Madiun tidak hanya berkaitan dengan pembinaan pencak silat.
Kegiatan organisasi juga mencakup bidang sosial dan kemanusiaan, seperti donor darah serta penggalangan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Catatan 45.024 peserta pencak silat kolosal, penghargaan MURI untuk donor darah serentak oleh pendekar silat terbanyak, serta penyaluran bantuan sekitar Rp4 miliar untuk korban bencana di Sumatra dan Aceh menjadi sejumlah catatan penting dalam perjalanan PSHT Pusat Madiun.
Dengan jaringan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia dan luar negeri, PSHT terus menjalankan kegiatan organisasi sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Penulis,Editor: Mas Vin 22


Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih